Media Plat Merah: Apakah Media Pemerintah Hanya untuk Kalangan Tertentu?
Medan, 17 Agustus 2023- Sebuah kritik tajam dilayangkan oleh seorang insan pers dari ibu kota terhadap media yang dikelola oleh pemerintah, yang dikenal sebagai "media Plat Merah". Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan Kamis lalu, ia mempertanyakan sejauh mana media ini memenuhi kebutuhan informasi publik atau apakah hanya melayani kepentingan internal pemerintah.
Insan pers tersebut menyatakan bahwa media Plat Merah tampaknya berfungsi lebih sebagai media internal, dengan pembaca yang terbatas pada kalangan tertentu, seperti pejabat pemerintah dan pihak-pihak yang berkepentingan langsung. "Mungkin pembacanya adalah orang pemerintah atau mereka yang membutuhkan informasi yang disajikan, tapi tidak untuk masyarakat luas," ujarnya.
Kritik ini memunculkan diskusi lebih luas mengenai peran media pemerintah dalam masyarakat. Seorang aktivis yang terlibat dalam pengelolaan media Plat Merah menanggapi dengan nada merendah, mengakui bahwa media ini memang memiliki segmen pembaca yang sangat spesifik. "Pembaca kami biasanya adalah mereka yang membutuhkan informasi khusus yang disajikan oleh media kami, meskipun kami juga berupaya menyebarkannya ke berbagai daerah," jelasnya.
Namun, kritik ini tidak hanya terhenti pada fungsi media Plat Merah. Insan pers dari ibu kota tersebut juga menyinggung diskriminasi yang dirasakan oleh pekerja media pemerintah, terutama di tengah persaingan yang ketat dengan media swasta yang lebih besar dan independen. "Ada indikasi diskriminasi besar terhadap pekerja media pemerintah, terutama dalam hal pengakuan dan kredibilitas di mata publik," katanya.
Tantangan Media Cetak di Era Digital
Kritik terhadap media pemerintah ini juga menjadi bagian dari diskusi yang lebih besar tentang tantangan yang dihadapi media cetak di era digital. Dengan semakin berkembangnya media elektronik dan online yang menawarkan informasi secara gratis, media cetak harus mencari cara untuk tetap relevan di tengah persaingan yang semakin ketat.
Menurut seorang pengamat pemasaran, strategi penetrasi media saat ini tidak lagi didasarkan pada segmentasi demografi, tetapi lebih pada segmentasi manfaat. Artinya, media harus lebih memahami kebutuhan spesifik pembacanya dan berusaha untuk memenuhinya.
Dalam konteks ini, media massa, termasuk media pemerintah, harus mampu mengkonstruksi realitas yang relevan bagi pembacanya. Seperti yang diutarakan oleh Tuchman, isi media adalah hasil dari konstruksi realitas yang dipilih oleh pekerja media. Dengan kata lain, media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membentuk bagaimana realitas itu dipersepsikan oleh pembaca.
Kesimpulannya, kritik terhadap media Plat Merah ini membuka mata kita tentang pentingnya media, baik itu pemerintah maupun swasta, untuk terus berinovasi dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan pembaca yang semakin dinamis. Media harus mampu menyeimbangkan antara kepentingan informasi yang luas dengan kebutuhan spesifik dari segmen pembaca tertentu agar tetap relevan dan dipercaya
Dari Tim reporter Infokom rakyat Indonesia mengabarkan

Komentar
Posting Komentar