Tragedi : Akibat Buah Kecubung Dua Orang Melayang Pindah Alam
15 Juli 2024 – Dua remaja di Banjarmasin tewas setelah mengonsumsi buah kecubung, yang dikenal sebagai Buah Setan, di Banjarmasin pada Kamis, 11 Juli 2024. Tragedi ini mengirimkan gelombang duka dan peringatan keras di kalangan masyarakat.
Dilaporkan bahwa total 47 remaja dilarikan ke IGD RSJ Sambang Lihum akibat keracunan parah setelah mengonsumsi buah kecubung. Dari jumlah tersebut, dua nyawa tidak tertolong, sementara yang lainnya masih dirawat intensif karena mengalami halusinasi berat. Dugaan sementara menyatakan bahwa buah kecubung yang dikonsumsi juga dicampur dengan minuman keras dan kemungkinan narkotika.
Efek negatif dari buah kecubung sangat bervariasi, mulai dari halusinasi ringan hingga parah, tergantung pada jumlah yang dikonsumsi. Kasus parah dapat berujung pada keracunan dan kematian. Gejala lain meliputi gangguan sistem saraf, gangguan penglihatan, mulut dan tenggorokan kering, kesulitan menelan, gangguan kardiovaskular, dan kesulitan buang air kecil.
Tokoh masyarakat setempat mengeluarkan imbauan keras agar remaja dan masyarakat umum tidak mencoba mengonsumsi buah kecubung dalam bentuk apapun. "Ini bukan hanya tentang kesenangan sesaat, tapi tentang keselamatan nyawa. Jangan mengambil risiko dengan sesuatu yang mematikan," tegas salah satu tokoh masyarakat.
Pihak berwenang juga mengingatkan pentingnya edukasi dan pengawasan terhadap penggunaan tanaman berbahaya ini. "Kecubung memiliki dampak yang sangat nyata dan mematikan. Masyarakat perlu waspada dan segera mencari bantuan medis jika terjadi keracunan," ujar seorang petugas medis di RSJ Sambang Lihum.
Masyarakat diharapkan untuk lebih waspada dan tidak sembarangan mengonsumsi tanaman yang dapat berakibat fatal. Tragedi ini menjadi pengingat akan bahaya nyata yang ditimbulkan oleh buah kecubung dan pentingnya menjaga keselamatan diri.
Dari Tim Infokom rakyat melaporkan

Komentar
Posting Komentar